Tuesday, February 25, 2014

Love vs society

So here I am. Feeling defeated.
Hari ini memutuskan untuk moving on. Memutuskan memilih logika dan bukan cinta.
Berat. Kayak ngelamar jd kuli bangunan untuk bikin apartment tanpa ada latar belakang pengalaman dan ketebalan otot yg memadai.
Tapi ini sudah ketebak bukan?
Apalah arti cinta bila dihadapkan dengan norma sosial yg ada. Pengelompokan manusia dengan segala jenis ras, agama ataupun kelas sosial. Cinta bukan lagi aku kamu dan kita tp lebih ke arah siapa kamu, siapa aku, akan jd apa kita?
12 tahun yg lalu, aku masih berpikiran seperti itu. Ga boleh pacaran sama non Muslim, apalagi keturunan cina. Sampai aku ketemu kokoh yg sayang bgt sama aku, selalu ngebantu kalo aku kesusahan dan selalu minjemin pundaknya yg lebar. Tapi kata cinta itu baru keluar setelah dia akan menikah. 9 tahun berikutnya. Dan yg bikin paling sedih adalah, dia pikir hanya dia yg merasakan itu. Oh I wish you knew!
Setelah itu, aku coba untuk jujur sama perasaan. Kalo suka ya bilang Kalo engga ya bilang. Tp tetap aja masyarakat selalu menang. Menanamkan logika di kepala dan menguatkan kotak2 masyarakat dan ide dimana kita sebenarnya berada. Ga boleh keluar dari kotak ini, atau kamu akan diasingkan. Tidak ada lagi keluarga yg ada hanya kamu berdua.
Jadi logika ini yg menang, kemenangan yg menghisap semua kebahagiaan dari hatiku.
Selamat!

posted from Bloggeroid

No comments:

Post a Comment