Friday, February 28, 2014

The best way to say goodbye.

Suatu pagi aku bermimpi kembali ke lapangan di belakang sd hang tuah dan melihat sekelompok orang sedang melakukan upacara penurunan bendera.
Di saat itu aku melihat temen sd ku babul sedang melipat benderanya dengan seorang lain ga jelas mukanya. Aku ga terima bendera itu diturunin, sambil nangis aku lari ke arah warung dekat lapangan dan bersembunyi di bawah dipannya sampai seseorang datang ngulurin tangannya ke bawah untuk narik aku keluar sambil bilang "jgn nangis, emang udah waktunya" trus dia tarik aku dan memelukku kayak anak kecil yg sedang ketakutan. Orang itu John.
Siangnya aku dapat kabar dari temanku di grup kalau babul, temen SD ku itu sudah ga ada. Meninggal karena penyakit yg dideritanya.
Akupun teringat mimpi yg aku alamin di pagi hari, mimpi karena kehilangan yg membuat aku terbangun menangis dan belepotan dg ingus. Ha!
Kehilangan yg sudah waktunya, kalo kata john di mimpi.
Hari ini aku mikir tentang kehilangan yg lain yg mungkin juga sudah waktunya terjadi.
Ada banyak episode perpisahan yg terjadi di kepalaku. Apakah perpisahanya harus di mulai dengan tengkar mulut dan aku berubah resek, hanya untuk ngeselin orang itu, atau perpisahannya dimulai dengan serangan bisu dan akting ga peduli dari aku sehingga kita akhirnya melupakan satu sama lain dan berlaku seperti tidak pernah terjadi apa-apa? Ada episode lain yg bisa jd alternatif lain untuk berpisah. Tp entah kenapa tidak ada satupun episode yg mengikutsertakan babak "say goodbye and wish you all the best" di kepalaku.
Why?
Karena aku ga ngerti gimana caranya mengucapkan selamat tinggal dg elegan tanpa mewek dan ingus yg berlebihan.
Dan aku masih saja terngiang suara john waktu bilang "emang udah waktunya"
Semua kehilangan aku anggap sama.

posted from Bloggeroid

Tuesday, February 25, 2014

Love vs society

So here I am. Feeling defeated.
Hari ini memutuskan untuk moving on. Memutuskan memilih logika dan bukan cinta.
Berat. Kayak ngelamar jd kuli bangunan untuk bikin apartment tanpa ada latar belakang pengalaman dan ketebalan otot yg memadai.
Tapi ini sudah ketebak bukan?
Apalah arti cinta bila dihadapkan dengan norma sosial yg ada. Pengelompokan manusia dengan segala jenis ras, agama ataupun kelas sosial. Cinta bukan lagi aku kamu dan kita tp lebih ke arah siapa kamu, siapa aku, akan jd apa kita?
12 tahun yg lalu, aku masih berpikiran seperti itu. Ga boleh pacaran sama non Muslim, apalagi keturunan cina. Sampai aku ketemu kokoh yg sayang bgt sama aku, selalu ngebantu kalo aku kesusahan dan selalu minjemin pundaknya yg lebar. Tapi kata cinta itu baru keluar setelah dia akan menikah. 9 tahun berikutnya. Dan yg bikin paling sedih adalah, dia pikir hanya dia yg merasakan itu. Oh I wish you knew!
Setelah itu, aku coba untuk jujur sama perasaan. Kalo suka ya bilang Kalo engga ya bilang. Tp tetap aja masyarakat selalu menang. Menanamkan logika di kepala dan menguatkan kotak2 masyarakat dan ide dimana kita sebenarnya berada. Ga boleh keluar dari kotak ini, atau kamu akan diasingkan. Tidak ada lagi keluarga yg ada hanya kamu berdua.
Jadi logika ini yg menang, kemenangan yg menghisap semua kebahagiaan dari hatiku.
Selamat!

posted from Bloggeroid

Sunday, February 23, 2014

Memori

Hari ini aku memutuskan untuk cek upcoming store di margocity depok, sekalian ngasih sambal ke oci dan sekalian bertemu darma.
Sehari penuh di kosan kemarin membuat otak stagnan. Butuh refreshing dan perbincangan antar teman.
Pulang dari margocity aku minta diantar keliling universitas Indonesia karena cuaca lagi cerah dan aku juga banyak dengar ttg perubahan yg terjadi di sana.
So here I am. Setelah keliling 3 kali naik motor dengan mulut menganga, terkejut akan begitu banyak perubahan yg terjadi; banyak jalan baru, area hutan dibabat, gedung masa kini dan begitu banyak orang yg datang untuk olahraga ataupun cuma sekedar bersantai dg keluarga, kilasan kenangan masa lalu pas kuliah jadi berlarian di kepala. Waktu nongkrong sampai malam di kansas, acara pekan budaya, kuliah beduaan ma herr zeeb (dosen sastra asli jerman) dan ga lupa masa2 jalan pulang kuliah bersama dudung menuju stasiun ui. Masa yg indah. Ga punya duit, tapi indah. hehehe...
Nunggu kereta berduaan, ngobrolin ttg kesulitan kuliah (dia ini senior aku) pengalaman basket si dudung dan juga ngomongin dosen. Di stasiun aku juga sering ditemenin sama ma'mun. Kalo pulang nongkrong di kansas jam 7, kita bisa ngobrol ga jelas ampe waktunya kereta terakhir. Bukan karena ada kenyamanan di antara kita, tp lebih karena nunggu kereta yg ga terlalu penuh. So many memories.
Universitas Indonesia yang mengagumkan dan stasiun ui yg mengerikan, paduan manis yang jadi umpan untuk memancing kenangan.

posted from Bloggeroid

Friday, February 21, 2014

Berdiri diantara awan kelabu

Hari sabtu dan hujan tak henti.
So I'm stuck in my room and thinking.
Terkadang tetes hujan diluar membuat suatu getaran aneh yg mengkondisikan otakku ini untuk menelaah sesuatu. Bukan hal yg penting untungnya, dan bukan hal yg pantas untuk ditangisi.
Hal yg berbeda. Itu yg sedang kutelaah. Apa hal dalam hidupku yg aku lakukan berbeda. Okey, aku tidak perlu menarik jarak 33 tahun ke belakang untuk menjawab pertanyaan itu. Cukup seminggu yang lalu dibandingkan dengan minggu ini.
Pagi bangun selalu malas2an, minum kopi dan melewatkan sarapan, terkadang ingat untuk menyapa kekasih via wasap kemudian berangkat kerja. Buka laptop dan memandangi angka sales hari sebelumnya, berbasa-basi dengan teman kerja. Memandang jauh diluar jendela dan kalau saja ada soundtrack yg mengalun di saat itu pasti lagunya berbunyi seperti ini
"There's gotta be more to life than chasing a temporary high...to satisfy me. ." Lupa siapa yg nyanyi, tapi ini lagu beneran.
Tidak ada yg beda, same old, same old.
Tapi setiap malam, sebelum tidur, aku selalu mengharapkan hidupku berubah dan pastinya menjadi lebih baik.
Telaah hari ini menyimpulkan tidak ada perbedaan dalam hidupku karena untuk berubah menjadi lebih baik, aku harus tahu terlebih dulu, aku ingin berubah seperti apa? Menjadi apa? Kalau sudah tahu mau jadi apa, lalu aku akan buat to-do-list apa yg harus aku lakukan untuk menjadi seperti itu. Itu perbedaan yg akan aku lakukan di minggu depan dan depannya lagi dan depanya lagi.
Unlucky me, sekarang aku masih berdiri diantara awan kelabu dan kebingungan mau dibawa kemana hidupku ini. Kadang diantara keriangan dunia, jejak pasti langkah hidupku seperti hilang ditelan senyuman semu.

posted from Bloggeroid