Sunday, August 3, 2014

Detox sosmed

Ini baru satu hari setelah gw un install semua eh hampir semua aplikasi sosmed gw.

Parah.
Gw jd berasa hilang arah. Kalo ngeliat hp jd bingung mo ngapain. Yg ada cuma liat timeline di twitter, baca berita yg lg hangat dibicarakan dan menahan diri untuk update status. And you know what? Gw baru sadar bahwa di sepanjang hari, di setiap peristiwa yg gw alamin atau amatin hari ini, selalu ada tagline yg tiba2 muncul di kepala seperti bentuk update status yg mustinya gw ketik di path gw atau di fb gw.

Man, that's sick!
Tanpa gw sadarin, sosmed itu benar2 sudah mengakar di kehidupan gw. Keinginan untuk orang lain tahu apa yg gw kerjain itu bisa buat gw jd gila loh! Saykoji sekali.
Ini baru hari pertama. Kita lihat saja hari2 berikutnya gimana.

Semangat!

posted from Bloggeroid

Saturday, August 2, 2014

Less social media exposure

Check out dwi ariani (@miss_dwiariani): https://twitter.com/miss_dwiariani

I am cutting out my path instagram and Facebook. Force myself to do this. Udah merasa dikontrol oleh mereka dan terlalu mendominasi hidup gw. Satu-satunya yg bisa gw pertahankan hanya twitter, soalnya gw masih bisa liat berita disana.
Gw juga bosen distalking mulu ma orang. Emang kayak orang penting aja ya.

Hehegehe...
See how it goes.

posted from Bloggeroid

Thursday, July 31, 2014

MENIKMATI JAKARTA

H+4 setelah lebaran di bogor, gw balik ke jakarta dengan menggunakan bus JKT-Bogor
dan pas pagi hari berangkat kerja, gue menemukan (akhirnya) kedamaian lalu lintas di Jakarta. Perasaan yang jarang dirasakan oleh sebagian besar penduduk Jakarta.




Para penduduk Jakarta sepertinya masih banyak di area pinggiran dan menikmati liburan mereka, sementara gue sudah berkutat kembali dengan permasalahan kerja. Anyway, situasi lalu lintas yang seperti ini membuat semangat gue berkobar dan memilih untuk berjalan kaki ke karet.


                      

Bus Bogor - Jakarta juga masih sepi. Jadi pede buat narsis di bus dan buat #selfie. Entah kenapa, sekarang sering #selfie dan nulisnya juga harus pake hashtag. Penting itu!

                                                
Mudah-mudahan situasi ini sering terjadi di sini, sehingga hati bisa terus berbunga-bunga meski ga punya laki. (loh...)




Saturday, July 12, 2014

Pasca putus

Wow. It's very hard to forget him.
Sebenarnya ada dua cowok yg saat ini dekat tapi tetap aja bayangan dia selalu hadir di alam mimpi. Sepertinya dia masih belum bisa pergi dari alam bawah sadarku.
Tapi proses ini memang ga sebentar kan? Gw juga ga mau memaksa apa yg alaminya terjadi.
Mungkin ini waktunya gw lebih menghargai kesendirian gw dan tenggelam diantara kekecewaan kemarin, sehingga ketika proses ini selesai, gw sudah siap untuk memulai hubungan baru.

Tidak perlu terburu-buru.
Bismillah.

posted from Bloggeroid

Sunday, June 29, 2014

Putus

Gw hari ini baru aja putus dg pacar gw.
Trus gw inget sindiran temen gw. Haah. Masih jaman hari gini putus?!
Jleb banget ya. Tp emang gitu yg gw alamin. Pacaran dg seseorang yg ga sesuai dari agama dan sukunya. Hasilnya udah bisa ketebak.
Anyway. Tadi udah diomongin dan dari yg gw denger adalah dia udah ga bisa ngelanjutin pacaran karena ga mau ada konfrontasi dg keluarganya utk memperjuangkan gw.
Hati gw lega. Setidaknya hubungan ini sudah jelas dan gw tahu posisi gw dimana. Dari awal sudah ketahuan hasilnya dan gw ga bisa ngebenci dia juga. Gw jg berusaha melihat semua dr segi positif nya. Percayalah, ini ada sisi positifnya. Gw ga perlu ribut dg keluarga gw. Ga perlu mikirin pindah agama. Dan hidup gw ga perlu diisi dg banyak lg tangisan. Cukup airmata gw aja yg jatuh.

Tahun 2013, resolusi gw tercapai banyak. Salah satunya ya itu. Punya pacar. Dan gw beneran dikasih seorang pacar. Thn 2014 sesuai jg dengan feeling gw, banyak kesedihan dan airmata. Gw ga minta apa2 di tahun 2014, cuma pingin tahun ini berlalu secepatnya.
Sekarang udah akhir juni. Pertengahan 2014. Gw mo buat resolusi baru. Gw mau punya suami. Dah ga mau pacaran atau main2 dah mau serius dan (akhirnya) bertanggung jawab.
Mungkin Tuhan sudah mempersiapkan seseorang untuk gw, atau mungkin engga. Kalo udah, tolong didekatkan secepatnya. Sekarang udah mulai jelas bahwa menikah itu ada gunanya jg. Hahahahaha...
Temukan aku dengan orang yg menyayangiku seperti aku menyayanginya. dengan orang yg dapat membimbing aku di jalan-Mu. Orang yg bisa aku andalkan untuk mengarungi hidup bersama. Dan dia selalu bisa mengandalkan aku.

Aneh ya resolusi di tengah tahun. Tapi gw emang bukan orang yg normal.

So goodbye john. Once more.
Nice knowing you. And wish you a happy life. Without me.

:)

posted from Bloggeroid

Friday, May 30, 2014

Liburan

Liburan tanpa duit itu seperti sayur asem tanpa asem.

Ya gitu d.

Ngerti kan?

posted from Bloggeroid

Sunday, May 25, 2014

Kehilangan

So this week's theme is about loss.

Kehilangan seseorang yg berarti penting bukanlah hal yg aneh terjadi di dunia ini.

Salah satu teman kehilangan ayahnya 2 hari yg lalu. Sedangkan teman lainnya kehilangan pacar karena diputusin.

Orang2 yg berharga di hidup kita bisa berlalu begitu saja tanpa pertanda dan tanpa kesiapan dari kita untuk menerimanya.

Kehilangan itu menciptakan awan hitam di kepala kita yg bisa kita olah menjadi tenaga baru di jiwa dan menghasilkan perubahan. Baik buruknya perubahan itu ya tergantung kita sendiri.

Kita bisa menghadapi kehilangan itu dengan berdiam diri dan menyesali apa yg sudah terjadi, mengasihani diri sendiri atau kita bisa jadikan kehilangan itu sebagai momentum untuk menemukan sesuatu yg baru.

Suatu alasan untuk berjuang. Berjuang untuk menjadikan diri kita lebih baik dr hari kemarin. Berjuang untuk merealisasikan mimpi yg mungkin pernah terucap di hadapan orang yg telah berlalu itu.

Kesempatan untuk membuktikan bahwa kita bisa jd orang yg mereka harapkan.

Semoga orang-orang yg telah pergi itu tidak pergi dg sia-sia. Baik itu ayah atau mantan pacar. Karena setiap pertemuan pasti akan berakhir dg perpisahan dan sebuah pelajaran berharga akan selalu dihasilkan.

Selamat tinggal!

posted from Bloggeroid

Sunday, May 18, 2014

First day.

Ini hari pertama kerja di suatu perusahaan retail (lagi!) Multinational company yg artinya ada kebangsaan non indonesia disini non bule juga.
Masih duduk di kubikel yg kosong dan belum megang komputer belum megang kerjaan belum ngapa2in. Kerjanya maen hp dulu bengong dulu dan bego2an dulu.
Hari ini jg hari pertama dalam usaha untuk melupakan makanya perut terasa kayak dikocok kocok. Gw rasa dia juga sudah tidak perduli. Sejujurnya gw masih pingin dia peduli. Secercah harapan untuk kita bisa bersama seperti dulu. Tp kok harapan itu agak sia sia ya. Jadi gw bengong di kubikel ini tetap menanti tanda dr yg Maha Mengetahui apa yg seharusnya gw lakukan karena jujur aja, gw masih belum siap. But hey, siapa sih yg siap utk berpisah.
Ganbatte!!!!

posted from Bloggeroid

Monday, May 5, 2014

Caring or not caring?

Have you ever care for someone so bad that you just can't see him losing his way and you decided to just let him be with his mistakes and not saying a single thing?
Just walk a way?

posted from Bloggeroid

Saturday, April 12, 2014

Suara kecil

Sering dengar suara kecil di kepala. Suara yg selalu bilang "abaikan logika"
Tapi suara itu terlalu kecil untuk diperhatikan.
Logika akhirnya selalu menang.

posted from Bloggeroid

Friday, February 28, 2014

The best way to say goodbye.

Suatu pagi aku bermimpi kembali ke lapangan di belakang sd hang tuah dan melihat sekelompok orang sedang melakukan upacara penurunan bendera.
Di saat itu aku melihat temen sd ku babul sedang melipat benderanya dengan seorang lain ga jelas mukanya. Aku ga terima bendera itu diturunin, sambil nangis aku lari ke arah warung dekat lapangan dan bersembunyi di bawah dipannya sampai seseorang datang ngulurin tangannya ke bawah untuk narik aku keluar sambil bilang "jgn nangis, emang udah waktunya" trus dia tarik aku dan memelukku kayak anak kecil yg sedang ketakutan. Orang itu John.
Siangnya aku dapat kabar dari temanku di grup kalau babul, temen SD ku itu sudah ga ada. Meninggal karena penyakit yg dideritanya.
Akupun teringat mimpi yg aku alamin di pagi hari, mimpi karena kehilangan yg membuat aku terbangun menangis dan belepotan dg ingus. Ha!
Kehilangan yg sudah waktunya, kalo kata john di mimpi.
Hari ini aku mikir tentang kehilangan yg lain yg mungkin juga sudah waktunya terjadi.
Ada banyak episode perpisahan yg terjadi di kepalaku. Apakah perpisahanya harus di mulai dengan tengkar mulut dan aku berubah resek, hanya untuk ngeselin orang itu, atau perpisahannya dimulai dengan serangan bisu dan akting ga peduli dari aku sehingga kita akhirnya melupakan satu sama lain dan berlaku seperti tidak pernah terjadi apa-apa? Ada episode lain yg bisa jd alternatif lain untuk berpisah. Tp entah kenapa tidak ada satupun episode yg mengikutsertakan babak "say goodbye and wish you all the best" di kepalaku.
Why?
Karena aku ga ngerti gimana caranya mengucapkan selamat tinggal dg elegan tanpa mewek dan ingus yg berlebihan.
Dan aku masih saja terngiang suara john waktu bilang "emang udah waktunya"
Semua kehilangan aku anggap sama.

posted from Bloggeroid

Tuesday, February 25, 2014

Love vs society

So here I am. Feeling defeated.
Hari ini memutuskan untuk moving on. Memutuskan memilih logika dan bukan cinta.
Berat. Kayak ngelamar jd kuli bangunan untuk bikin apartment tanpa ada latar belakang pengalaman dan ketebalan otot yg memadai.
Tapi ini sudah ketebak bukan?
Apalah arti cinta bila dihadapkan dengan norma sosial yg ada. Pengelompokan manusia dengan segala jenis ras, agama ataupun kelas sosial. Cinta bukan lagi aku kamu dan kita tp lebih ke arah siapa kamu, siapa aku, akan jd apa kita?
12 tahun yg lalu, aku masih berpikiran seperti itu. Ga boleh pacaran sama non Muslim, apalagi keturunan cina. Sampai aku ketemu kokoh yg sayang bgt sama aku, selalu ngebantu kalo aku kesusahan dan selalu minjemin pundaknya yg lebar. Tapi kata cinta itu baru keluar setelah dia akan menikah. 9 tahun berikutnya. Dan yg bikin paling sedih adalah, dia pikir hanya dia yg merasakan itu. Oh I wish you knew!
Setelah itu, aku coba untuk jujur sama perasaan. Kalo suka ya bilang Kalo engga ya bilang. Tp tetap aja masyarakat selalu menang. Menanamkan logika di kepala dan menguatkan kotak2 masyarakat dan ide dimana kita sebenarnya berada. Ga boleh keluar dari kotak ini, atau kamu akan diasingkan. Tidak ada lagi keluarga yg ada hanya kamu berdua.
Jadi logika ini yg menang, kemenangan yg menghisap semua kebahagiaan dari hatiku.
Selamat!

posted from Bloggeroid

Sunday, February 23, 2014

Memori

Hari ini aku memutuskan untuk cek upcoming store di margocity depok, sekalian ngasih sambal ke oci dan sekalian bertemu darma.
Sehari penuh di kosan kemarin membuat otak stagnan. Butuh refreshing dan perbincangan antar teman.
Pulang dari margocity aku minta diantar keliling universitas Indonesia karena cuaca lagi cerah dan aku juga banyak dengar ttg perubahan yg terjadi di sana.
So here I am. Setelah keliling 3 kali naik motor dengan mulut menganga, terkejut akan begitu banyak perubahan yg terjadi; banyak jalan baru, area hutan dibabat, gedung masa kini dan begitu banyak orang yg datang untuk olahraga ataupun cuma sekedar bersantai dg keluarga, kilasan kenangan masa lalu pas kuliah jadi berlarian di kepala. Waktu nongkrong sampai malam di kansas, acara pekan budaya, kuliah beduaan ma herr zeeb (dosen sastra asli jerman) dan ga lupa masa2 jalan pulang kuliah bersama dudung menuju stasiun ui. Masa yg indah. Ga punya duit, tapi indah. hehehe...
Nunggu kereta berduaan, ngobrolin ttg kesulitan kuliah (dia ini senior aku) pengalaman basket si dudung dan juga ngomongin dosen. Di stasiun aku juga sering ditemenin sama ma'mun. Kalo pulang nongkrong di kansas jam 7, kita bisa ngobrol ga jelas ampe waktunya kereta terakhir. Bukan karena ada kenyamanan di antara kita, tp lebih karena nunggu kereta yg ga terlalu penuh. So many memories.
Universitas Indonesia yang mengagumkan dan stasiun ui yg mengerikan, paduan manis yang jadi umpan untuk memancing kenangan.

posted from Bloggeroid

Friday, February 21, 2014

Berdiri diantara awan kelabu

Hari sabtu dan hujan tak henti.
So I'm stuck in my room and thinking.
Terkadang tetes hujan diluar membuat suatu getaran aneh yg mengkondisikan otakku ini untuk menelaah sesuatu. Bukan hal yg penting untungnya, dan bukan hal yg pantas untuk ditangisi.
Hal yg berbeda. Itu yg sedang kutelaah. Apa hal dalam hidupku yg aku lakukan berbeda. Okey, aku tidak perlu menarik jarak 33 tahun ke belakang untuk menjawab pertanyaan itu. Cukup seminggu yang lalu dibandingkan dengan minggu ini.
Pagi bangun selalu malas2an, minum kopi dan melewatkan sarapan, terkadang ingat untuk menyapa kekasih via wasap kemudian berangkat kerja. Buka laptop dan memandangi angka sales hari sebelumnya, berbasa-basi dengan teman kerja. Memandang jauh diluar jendela dan kalau saja ada soundtrack yg mengalun di saat itu pasti lagunya berbunyi seperti ini
"There's gotta be more to life than chasing a temporary high...to satisfy me. ." Lupa siapa yg nyanyi, tapi ini lagu beneran.
Tidak ada yg beda, same old, same old.
Tapi setiap malam, sebelum tidur, aku selalu mengharapkan hidupku berubah dan pastinya menjadi lebih baik.
Telaah hari ini menyimpulkan tidak ada perbedaan dalam hidupku karena untuk berubah menjadi lebih baik, aku harus tahu terlebih dulu, aku ingin berubah seperti apa? Menjadi apa? Kalau sudah tahu mau jadi apa, lalu aku akan buat to-do-list apa yg harus aku lakukan untuk menjadi seperti itu. Itu perbedaan yg akan aku lakukan di minggu depan dan depannya lagi dan depanya lagi.
Unlucky me, sekarang aku masih berdiri diantara awan kelabu dan kebingungan mau dibawa kemana hidupku ini. Kadang diantara keriangan dunia, jejak pasti langkah hidupku seperti hilang ditelan senyuman semu.

posted from Bloggeroid

Saturday, January 25, 2014

Kematian si Merajamsepi

Identitas anonim yg aku cantumkan di dunia maya: merajamsepi. Nama yang muncul dari pemikiran negatif yang bertabrakan di kepala karena dunia dulu terasa sepi dan membosankan.
Kini anonim itu sudah tidak tersembunyi. Banyak yang tahu bahkan beberapa selalu mengaitkan merajam dg sepi. Jadi aku berusaha membangun jati diri yg baru yg tidak anonim yg seketika dikenali semua orang yg membosankan yg sesuai dg diri sendiri yg tidak neko neko. My own name. Dwi Ariani. Miss Dwi Ariani lebih tepatnya.
Mungkin sudah saatnya aku menulis untuk diri sendiri. Menulis tanpa sungkan dari lubuk hati dan membiarkan dunia tahu bahwa ya! Ini pendapat aku!
Jadi biarkan merajamsepi mati dengan tenang dan aku juga senang menguburnya karena dia tidak lagi mengeluhkan dunianya sepi dan membosankan. Malah, dia mati untuk membiarkan aku hidup dg menyadari bahwa dunia ini memang liar tidak terkendali.